Kalkulator Pendidikan

Saturday, January 7, 2012

Penyakit Campak / Measles / Rubeola


Penyakit Campak / Measles / Rubeola

Penyakit infeksi akut yang disebabkan virus campak, dengan gejala berupa ruam pada kulit dan aktifasi jaringan retikuloendotelial. 
Etiology penyakit ini adalah virus Campak, genus Morbillivirus, family Paramyxoviridae. 
Perjalanan klinik di awali dengan infeksl epithel saluran napas bagian atas oleh virus, menyebar ke kelenjar Iympha regional bersama makrofag.  Setelah mengalami replikasi dikelenjar Iimfa regional, virus dilepas kedalam aliran darah, terjadilah viremia pertama. Sampailah virus ke sistem reticuloendothelial, dan disusul dengan proses replikasi. 
Viremia yg kedua akan mengantar virus sampai ke " multiple tissue site   terjadilah proses infeksi di endothelium pembuluh darah, epithelium saluran napas dan saluran cerna. Virus menempel pada receptor virus campak pada tempat tertentu, misalnya pada Lapisan Lendir saluran nafas , sel otak dan usus. Setelah inkubasi selama 10-11 hari, dalam 24 jam kemudian munculah gejala coryza / pilek, conjunctivitis / radang mata dan cough / batuk sebagai gejala periode prodromal. 
Semua gejala diatas makin hari makin memberat, mencapai puncaknya pada periode erupsi, saat mulai muncul ruam pada hari ke 4 sakit. 
koplik’s spot, bercak putih di depan M1 yang terletak di mukosa pipi, akan muncul dan menjadi tanda klinik yang pathognomonik. Gejala panas, cough, coryza dan conjunctivitis pada hari ke 4 akan disusul dengan keluarnya ruam erythro makulopapuler dengan perjalanan dan penyebaran yang khas, sehingga diagnosis klinik mudah dikenali. 
Periode konvalescence ditandai dengan tersebarnya ruam pada seluruh tubuh, yang disertai turunnya temperatur tubuh secara Iisis. Panas pada penyakit campak bersifat " stepwise increase   yang puncak panasnya terjadi pada hari ke 5 sakit, dan pada hari ke 6 sakit, bilamana ruam sudah tersebar pada seluruh tubuh, panas akan menurun dan kondisi klinik akan membaik. Coryza awalnya bersin-bersin, disusul dengan hidung buntu, disertai ingus yang mukopurulen, menjadi makin berat saat ruam mulai muncul, akan tetapi segera hilang pada waktu temperatur normal, yaitu pada saat ruam sudah menyebar keseluruh tubuh. Conjunctivitis dimulai dengan adanya “ conjunctival injection " dari palpebra bawah, disusul dengan keradangan pada conjuhctiva, edema palpebra, peningkatan Iakrimasi dan photopobia. 
Pada penderita anak dengan malnutrisi yang disertai defisiensi vitamin A, manifestasi klinik conjunctivitis tampil Iebih berat, dan dapat terjadi keratitis, infeksi kornea, ulcus cornea, yang apabila tidak tertangani secara benar dapat berakibat kebutaan. 
Batuk yang timbulnya pada periode prodromal, makin hari makin memberat, mencapai puncaknya pada saat erupsi keluar. Gejala batuk ini bertahan agak lama, bahkan ada yang berlangsung sampai beberapa minggu, terutama yang disertai dengan bronkopneumonia. 
Ruam penyakit campak adalah erythromaculopapular muncul 3-4 hari panas, mulai dari perbatasan rambut kepala, dahi, belakang telinga, kemudian menyebar ke muka, Ieher, tubuh, extremitas atas, terus kebawah, dan mencapai ujung kaki pada pada hari ke 3 ruam muncul. Setelah ruam sudah menyebar keseluruh tubuh, maka ruam awal akan mengabur, disusul dengan munculnya hiperpigmentasi dan desquamasi. Urutan lokasi terjadinya fade – hiperpigmentasi - desquamasi, sama dengan urutan Iokasi terjadinya ruam erythro maculopapular. 
Gejala Iain yang dapat dijumpai pada penyakit campak adalah, gastroenteritis, Iympadenopathy generalisata, Iaryngotracheitis, bronchitis dan pneumonitis dan pada anak dengan malnutisi dapat disertai pneumothorax spontan, protein losing enteropathy dan gizi buruk atau aktifasi dari proses tuberkulosis. 
Apabila natural time table ini melenceng, maka dicurigai adanya komplikasi, baik karena infeksi virus maupun infeksi kuman. 
Ada beberapa penampilan klinis penyakit campak yang tidak seperti yang diterangkan diatas, yaitu Atypical Measles, campak klinik pada anak yang pernah mendapat imunisasi " inactivated Measles Virus Vaccine   virus campak mati. Tampilan klinik penyakit ini berat, dengan komplikasi Severe Hemorrhagic Measles / Black Measles adalah campak yang berat dengan panas yang tinggi, disertai gejala CNS, gejala saluran napas yang berat, kemudian disusul dengan munculnya ruam hemorrhagis, dan berakhir fatal. 
Modihed Measles adalah satu bentuk klinik campak yang ringan, tidak lengkap, membutuhkan waktu yang Iebih pendek dibanding campak yang klasik. 
Pada umumnya hampir semua penyakit dengan ruam erythro maculopapular selalu didiagnosis sebagai campak. Konfirmasi bisa dilakukan dengan pemeriksaan IgM campak setelah 1-3 munculnya ruam. Cara yang non invasive adalah dengan pemeriksaan kadar IgM Iewat sample oral fluid, atau kultur urine untuk virus campak . 
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada penyakit campak adalah; otitis media, mastoiditis, pneumonia, obstructive laryngitis dan laryngotracheitis, gastroenteritis, cenrical adenitis, encephalomyelitis akut, subacute sclerosing panencephalitis, subacute encephalitis. 
Pengobatan campak umumnya ringan, self limited, tidak tersedia anti viral spesifik, antibiotika tidak mempengaruhi perjalanan klinik penyakit, sehingga pengobatan campak adalah suportif. Pemberian Vitamin A dosis tinggi pada penyakit campak yang berat dan disertai mallnutrisi, akan mempercepat penyembuhan pneumonia dan gastroenteritis, memperpendek lama tinggal di rumah sakit, menurunkan angka kematian. Imunisasi campak dilakukan pada semua anak usia 9 bulan, 15 bulan dan 6 tahun .

Reactions:

3 comments:

wah ngeri juga ni virus ya gan, thanks udah berbagi informasi

iya, sobat. You're welcome.
Ini lagi belajar materi klinis/kedokteran, karena hampir tiap hari mengurus klaim rumah sakit. Hitung-hitung belajar lagi supaya tidak pikun...hehehe.
Thanks to come to my blog. Glad to know you as my friend.
Regards

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More